Jakarta, 18 September 2026 – Ducati kembali datang ke MotoGP Austria 2026 dengan catatan kuat yang membuat pabrikan asal Italia tersebut menjadi salah satu kekuatan utama di Red Bull Ring. Sejak kemenangan Andrea Iannone pada 2016, motor Desmosedici secara konsisten mencatat keberhasilan di lintasan Austria. Ducati bahkan telah mengoleksi sembilan kemenangan di Grand Prix Austria, termasuk keberhasilan Marc Marquez pada musim 2025. Akhir pekan balapan tahun ini berlangsung pada 18-20 September dan menjadi putaran ke-15 MotoGP 2026. Marc tiba dengan momentum besar setelah memenangi Grand Prix San Marino dan mengambil alih posisi teratas klasemen. Francesco Bagnaia mempunyai situasi berbeda, tetapi rekornya di Austria membuat pembalap Italia tersebut tetap menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan.
Red Bull Ring mempunyai hubungan istimewa dengan perjalanan Ducati di era modern MotoGP. Kemenangan Iannone pada 2016 mengakhiri penantian panjang Ducati untuk kembali memenangi balapan kelas utama. Setelah itu, Desmosedici berhasil mempertahankan catatan kemenangan di Red Bull Ring selama satu dekade apabila kemenangan Jorge Martin pada GP Styria 2021 ikut diperhitungkan. Andrea Dovizioso pernah tiga kali membawa Ducati menang di lintasan tersebut, sedangkan Bagnaia juga mempunyai tiga kemenangan. Jorge Lorenzo, Martin, Iannone, dan Marc turut menyumbangkan keberhasilan bagi pabrikan Borgo Panigale. Karakter lintasan yang mempunyai sejumlah bagian berkecepatan tinggi selama ini juga memberikan peluang bagi kekuatan mesin dan pengereman Ducati untuk tampil maksimal.
Marc memasuki MotoGP Austria setelah menyelesaikan kebangkitan besar dalam perebutan gelar dunia. Kemenangan di Misano membuatnya mengoleksi 274 poin dan menyamai perolehan Jorge Martin dari Aprilia di puncak klasemen. Marc berada di posisi teratas karena mempunyai jumlah kemenangan Grand Prix lebih banyak dibandingkan Martin. Situasi tersebut semakin menarik karena pembalap Ducati itu sebelumnya sempat tertinggal 102 poin dalam persaingan kejuaraan. Marco Bezzecchi berada di posisi berikutnya dengan jarak 33 poin setelah mengalami kegagalan menyelesaikan balapan di Misano. Dengan delapan putaran masih tersisa setelah 14 Grand Prix, hasil di Austria dapat kembali mengubah dinamika persaingan gelar dunia.
Kepercayaan diri Marc juga didukung pengalamannya memenangi balapan di Red Bull Ring pada musim lalu. Kemenangan 2025 tersebut merupakan keberhasilan pertamanya di Grand Prix Austria dan sekaligus menambah panjang dominasi Ducati di sirkuit itu. Kondisinya menjelang balapan tahun ini semakin positif setelah menyapu kemenangan Sprint dan Grand Prix di Misano. Tambahan maksimal 37 poin dari akhir pekan tersebut membawanya kembali ke puncak klasemen setelah sebelumnya harus mengejar ketertinggalan besar. Marc kini mempunyai kesempatan memanfaatkan karakter Red Bull Ring yang selama bertahun-tahun bersahabat dengan Desmosedici. Namun, persaingan diperkirakan tetap ketat karena Martin, Bezzecchi, Alex Marquez, serta sejumlah pembalap lain juga mempunyai kecepatan untuk bersaing di barisan depan.
Perhatian besar juga mengarah kepada Bagnaia yang mempunyai catatan sangat kuat di Austria. Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 tersebut memenangi Grand Prix Austria tiga musim berturut-turut pada 2022, 2023, dan 2024. Catatan itu menunjukkan Red Bull Ring merupakan salah satu sirkuit yang paling sesuai dengan gaya berkendaranya. Bagnaia juga masih memegang catatan putaran balapan 1 menit 29,840 detik yang dibuat pada 2023. Pengalaman mengelola pengereman keras dan akselerasi keluar tikungan dapat menjadi modal penting untuk kembali bersaing di depan. Ducati berharap sejarah tersebut dapat membantu Bagnaia menemukan kembali performa terbaiknya pada akhir pekan ini.
Meski mempunyai sejarah bagus di Austria, perjalanan Bagnaia pada musim 2026 tidak berlangsung semulus yang diharapkan. Ia datang ke Spielberg setelah mengalami kecelakaan pada Grand Prix San Marino, yang menjadi kegagalan finis keempatnya dalam lima balapan terakhir. Hasil tersebut membuat Bagnaia berada di posisi kesembilan klasemen dengan 143 poin menjelang MotoGP Austria. Selisihnya dengan Marc yang berada di puncak telah melebar menjadi 131 poin. Kondisi itu membuat target realistis Bagnaia di Red Bull Ring lebih berfokus pada mengembalikan konsistensi dan kembali bersaing memperebutkan posisi terdepan. Podium di salah satu lintasan terbaiknya dapat menjadi hasil penting untuk membangun kembali momentum pada bagian akhir musim.
Ducati tidak hanya mengandalkan dua pembalap tim pabrikan untuk mempertahankan catatan kuatnya. Alex Marquez datang setelah finis kedua di Misano dan sebelumnya juga mampu naik podium Sprint di Austria pada musim lalu. Fermin Aldeguer mempunyai pengalaman positif setelah merebut posisi kedua pada balapan utama di Red Bull Ring pada 2025. Franco Morbidelli turut melengkapi barisan pembalap Ducati yang berpotensi bersaing untuk mendapatkan hasil besar. Banyaknya Desmosedici dengan pembalap kompetitif memberikan Ducati beberapa peluang untuk mempertahankan tradisi kemenangan. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada performa sejak sesi latihan, kualifikasi, Sprint hingga balapan utama.
Persaingan dari pabrikan lain juga tidak dapat diabaikan. Martin tiba di Austria dengan jumlah poin yang sama seperti Marc dan mempunyai pengalaman memenangi balapan di Red Bull Ring pada 2021. Bezzecchi berusaha bangkit setelah kesalahan di Misano membuat jaraknya dengan dua pemimpin klasemen melebar menjadi 33 poin. KTM sebagai pabrikan Austria juga mempunyai motivasi besar untuk mendapatkan hasil terbaik di balapan kandang. Pedro Acosta menjadi salah satu pembalap yang berpotensi memberikan perlawanan, sementara Honda dan Yamaha berusaha memanfaatkan setiap peluang untuk masuk dalam persaingan sepuluh besar. Kombinasi persaingan gelar dunia dan karakter Red Bull Ring membuat akhir pekan Austria berpotensi menghadirkan perubahan penting pada klasemen.
Rangkaian MotoGP Austria dimulai pada Jumat, 18 September 2026 dengan sesi latihan. Kualifikasi dan Sprint dijadwalkan berlangsung Sabtu, 19 September, sedangkan balapan utama digelar Minggu, 20 September. Red Bull Ring memiliki panjang sekitar 4,3 kilometer dengan sepuluh tikungan serta perubahan elevasi yang cukup besar. Kombinasi lintasan lurus, zona pengereman keras, dan akselerasi keluar tikungan menjadikan pengaturan motor sangat penting. Pengelolaan ban juga dapat menentukan konsistensi kecepatan sepanjang balapan. Ducati mempunyai data panjang dari kesuksesan sebelumnya, tetapi seluruh pembalap tetap harus menemukan pengaturan terbaik sesuai kondisi lintasan pada akhir pekan ini.
MotoGP Austria 2026 pada akhirnya menjadi kesempatan bagi Ducati untuk kembali menegaskan kekuatannya di salah satu lintasan paling sukses bagi Desmosedici. Marc mempunyai momentum setelah kemenangan di Misano dan kini terlibat langsung dalam perebutan puncak klasemen bersama Martin. Bagnaia datang dengan hasil yang kurang konsisten, tetapi tiga kemenangan beruntun di Austria menjadi modal penting untuk mengejar kebangkitan. Kehadiran Alex Marquez, Aldeguer, dan Morbidelli semakin memperbesar peluang Ducati menempatkan pembalapnya di barisan depan. Namun, persaingan dengan Aprilia, KTM, Honda, dan Yamaha membuat hasil akhir tetap terbuka. Seluruh perhatian kini tertuju pada Red Bull Ring untuk melihat apakah tradisi kuat Ducati dapat kembali berlanjut pada MotoGP Austria tahun ini.