Jakarta, 7 Mei 2026 – Jenazah para korban kecelakaan bus ALS di Sumatera Selatan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani proses identifikasi oleh tim forensik. Proses tersebut dilakukan guna memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Suasana haru menyelimuti area rumah sakit ketika ambulans yang membawa korban tiba secara bergantian. Sejumlah keluarga korban tampak menunggu dengan penuh kecemasan sambil berharap mendapatkan kepastian mengenai anggota keluarga mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) bersama petugas medis langsung melakukan pemeriksaan terhadap jenazah menggunakan data identitas, ciri fisik, serta barang pribadi yang ditemukan di lokasi kejadian. Langkah itu penting untuk memastikan proses identifikasi berlangsung akurat.
Kecelakaan bus ALS yang terjadi di jalur Sumatera Selatan sebelumnya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Aparat kepolisian bersama tim evakuasi bekerja selama berjam-jam di lokasi untuk mengevakuasi korban dan membersihkan area kecelakaan.
Pihak rumah sakit menyatakan seluruh proses penanganan korban dilakukan dengan prioritas kemanusiaan dan koordinasi bersama kepolisian. Petugas juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses identifikasi berlangsung.
Sementara itu, korban luka masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan. Tim medis terus memantau kondisi pasien yang mengalami cedera akibat kecelakaan tersebut.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat tengah mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa kondisi kendaraan untuk mengetahui kronologi lengkap insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait pentingnya keselamatan transportasi darat, khususnya kendaraan angkutan umum jarak jauh. Pengamat transportasi menilai pengawasan terhadap kondisi armada dan kesehatan pengemudi perlu diperkuat guna mencegah kecelakaan serupa.
Pihak keluarga berharap proses identifikasi dapat segera selesai agar para korban dapat dimakamkan dengan layak sesuai tradisi dan keinginan keluarga masing-masing.