Jakarta, 4 Oktober 2026 – Makanan yang terlalu lama berada pada suhu ruang dapat mengalami pertumbuhan mikroorganisme yang meningkatkan risiko penyakit akibat pangan. Kondisi ini perlu diperhatikan terutama pada makanan yang mudah rusak dan mengandung kadar air serta protein tinggi. Karena itu, makanan yang tidak segera dikonsumsi sebaiknya disimpan dengan cara dan suhu yang sesuai.
Salah satu makanan yang perlu diperhatikan adalah daging matang, termasuk ayam, sapi, maupun produk olahan berbahan daging. Setelah dimasak, makanan tersebut tetap dapat terkontaminasi apabila dibiarkan terlalu lama di luar lemari pendingin. Daging matang yang akan disimpan sebaiknya segera dimasukkan ke lemari pendingin setelah suhunya cukup turun dan tidak dibiarkan berjam-jam di meja makan.
Makanan kedua adalah nasi matang. Meski terlihat relatif aman, nasi dapat menjadi tempat berkembangnya Bacillus cereus, bakteri yang sporanya dapat bertahan setelah proses memasak. Risiko meningkat ketika nasi matang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang karena bakteri dapat berkembang dan menghasilkan toksin. Nasi yang tidak segera dimakan sebaiknya disimpan dengan benar dan dipanaskan secara memadai ketika hendak dikonsumsi kembali.
Telur dan makanan berbahan telur juga membutuhkan perhatian, terutama setelah dimasak atau dicampurkan dengan bahan lain. Hidangan seperti telur matang, salad telur, serta makanan dengan campuran telur dapat mengalami pertumbuhan bakteri ketika berada terlalu lama pada suhu yang mendukung perkembangannya. Penyimpanan dingin membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan menjaga makanan tetap aman lebih lama.
Jenis berikutnya adalah susu dan berbagai produk olahannya. Susu segar, krim, yoghurt, serta sejumlah produk berbahan susu umumnya memerlukan penyimpanan dalam lemari pendingin. Membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang dapat mempercepat kerusakan dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme. Perubahan aroma, rasa, maupun tekstur juga dapat menjadi tanda kualitas produk telah menurun.
Makanan laut menjadi kelompok kelima yang perlu ditangani secara hati-hati. Ikan, udang, kerang, dan hidangan laut matang relatif mudah mengalami penurunan kualitas apabila tidak disimpan pada suhu yang tepat. Setelah selesai dimasak atau disajikan, sisa makanan laut sebaiknya segera disimpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin jika tidak akan langsung dikonsumsi.
Secara umum, makanan mudah rusak tidak dianjurkan berada pada suhu ruang lebih dari sekitar dua jam, dan waktunya menjadi lebih singkat ketika lingkungan sangat panas. Kebersihan tangan, peralatan, wadah penyimpanan, serta pemisahan makanan mentah dan matang juga penting untuk mencegah kontaminasi silang. Kebiasaan menyimpan makanan dengan tepat dapat membantu mempertahankan kualitas sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang telah terkontaminasi.