Jakarta, 9 Mei 2026 – Para petani di wilayah Padang Pariaman mulai bangkit dan kembali memperbaiki lahan pertanian mereka setelah sebelumnya terdampak banjir yang merusak area persawahan dan infrastruktur pertanian.
Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan banyak sawah terendam lumpur dan material lainnya sehingga aktivitas pertanian sempat terhenti. Sejumlah saluran irigasi dan akses menuju lahan juga mengalami kerusakan.
Kini, para petani bersama warga setempat mulai membersihkan area sawah dan memperbaiki saluran air agar lahan dapat kembali digunakan untuk musim tanam berikutnya.
Aktivitas gotong royong terlihat di sejumlah titik pertanian dengan melibatkan masyarakat, kelompok tani, dan bantuan dari pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemulihan.
Petani berharap perbaikan sawah dapat segera selesai agar mereka tidak kehilangan musim tanam terlalu lama yang berpotensi memengaruhi pendapatan keluarga dan produksi pangan daerah.
Pemerintah daerah disebut turut membantu melalui distribusi bantuan seperti bibit, pupuk, serta dukungan perbaikan infrastruktur pertanian yang rusak akibat banjir.
Pengamat pertanian menilai pemulihan lahan pascabencana sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat pedesaan.
Selain perbaikan fisik sawah, sejumlah petani juga mulai melakukan penataan ulang sistem pengairan untuk mengurangi risiko kerusakan apabila banjir kembali terjadi di masa mendatang.
Masyarakat sekitar menyambut semangat para petani yang tetap berusaha bangkit meski sempat mengalami kerugian akibat bencana alam tersebut.
Dengan dimulainya kembali aktivitas pertanian di Padang Pariaman, warga berharap hasil panen ke depan dapat membantu memulihkan kondisi ekonomi masyarakat pascabanjir.